90 Juta Tweet Penebar Informasi COVID-19 Disangka Bot

Posted on

Seputar 90 juta tweet penebar informasi COVID-19 di Twitter disangka robot computer atau bot. Ini diutarakan oleh Periset dari Carnegie Mellon University, Amerika Serikat.
Dalam penemuannya, didapat lebih dari pada 200 juta tweet di Amerika Serikat yang mengulas virus COVID-19 semenjak Januari serta mendapatkan seputar 45 % dikirim oleh account yang berperilaku seperti bot.
“Kami lihat kesibukan bot 2x lipat dari yang kami prediksikan berdasar musibah alam serta kritis awalnya,” kata Kathleen Carley, profesor di School of Computer Science, Institutre for Software Research, yang terjebak dalam riset, dikutip Tempo.co dari Fox News, Kamis (21/5/2020).

Carley serta beberapa rekannya memakai alat bot-hunter, yang bisa mengidentifikasi account dengan upload lebih dari pada yang bisa saja dengan cara manusiawi. Atau klaim ada di sejumlah negara dalam periode beberapa saat.
Untuk tentukan satu account ialah bot, mereka lihat penganut account Twitter, berapa seringkali tweet, serta berapa seringkali pemakai disebut di basis.
Walau tidak diketahui individu atau barisan yang berada di balik bot, beberapa periset menjelaskan
tweet itu diperuntukkan untuk menabur perpecahan di Amerika.
“Kami ketahui itu keliatannya seperti mesin propaganda, serta itu tentu pas dengan buku dasar Rusia serta
Cina, tetapi akan memerlukan beberapa sumber daya untuk memberikan bukti,” kata Carley.

Antara lebih dari pada 100 cerita palsu mengenai Covid-19 yang bertumbuh di Twitter karena account yang
dikontrol oleh bot, ialah teori konspirasi mengenai rumah sakit yang berisi boneka. teori konspirasi mengenai koneksi ke menara nirkabel 5G. Serta ke-2 info itu ialah sesat.

“Serta bila seorang nampaknya datang dari komune Anda, bila Anda tidak tahu dengan cara pribadi, lihat
semakin dekat, serta tetap datangi sumber info yang paling dipercaya. Berlakulah siaga,” papar Carley.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *